Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa membuktikan eksistensi, masa menca… | Astaghfirullah

Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa membuktikan eksistensi, masa mencari perhatian, masa penuh semangat dan bergairah, akan tetapi dibalik semangat ini perlu kontrol dan perlu pembinaan agar tidak berlebihan sehingga menyebabkan seorang remaja bisa keluar dari bimbingan syariat. Dengan keunggulan dan kelebihan pada usia muda seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh, dan tekad yang kuat, masa muda akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Coba perhatikan hadis yang kami sertakan dalam gambar di atas!
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Sangat luar biasa jika seorang pemuda dengan berbagai macam godaan dunia, mereka tetap istikamah dan teguh beragama. Padahal pemuda masih cenderung terhadap dunia serta memiliki kemampuan dan semangat untuk meraihnya. Oleh karena itu pemuda seperti ini akan mendapat naungan Allah di hari kiamat kelak.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: … (salah satunya adalah) seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Salah satu penyebab kerusakan pemuda adalah kekosongan waktu alias tidak ada kegiatan yang bernilai positif, misalnya gabut, mager, atau apapun lah istilahnya itu. Hendaknya kita menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat dan produktif. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”. (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Bahkan ‘Arif Al Yamani berkata, “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.” (Hilyatul Awliya’, 10: 134). Iih ngeri ya..

Sumber : Instagram / muslimmyway

Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin.

Categories: